8.5 · Content Library & Pengelolaan Konten
Content Library
Content Library adalah repositori pusat yang menyimpan semua konten pembelajaran. Konten harus terstruktur, ter-tag, dan mudah ditemukan oleh sistem.
Metadata Setiap Konten
| Metadata | Deskripsi |
|---|---|
| Domain | Area kehidupan |
| Topic | Tema spesifik |
| CEFR Eligibility | Level yang eligible |
| Content Difficulty | Tingkat kesulitan |
| Communication Objective | Objective yang didukung |
| Speaking Practice Mode | Mode latihan yang digunakan |
| Format | SC / EC / Speech |
| Toolkit References | Link ke toolkit terkait |
| Status | Draft / Review / Published |
| Created/Updated | Timestamp |
Pengelolaan Konten - AI-Generated Content
Konten di Content Library tidak dibuat secara manual oleh tim konten, melainkan di-generate oleh AI berdasarkan data yang dikumpulkan dari setiap pengguna. Ini selaras dengan prinsip bahwa setiap konten harus punya alasan yang jelas mengapa diberikan kepada pengguna tertentu, pada saat tertentu.
Bagaimana AI Membuat Konten
Data Pengguna (CEFR Level, Learning Objective aktif, Performance History, Topic Familiarity)
↓
AI Content Generator
↓
Konten yang di-generate:
- Speaking Content (SC / EC / Speech) sesuai Communication Objective
- Communication Toolkit (Vocabulary, Expressions, Functional Language, dll.)
- Speaking Practice scenarios sesuai mode yang relevan
↓
Metadata otomatis di-assign (Domain, Topic, CEFR Eligibility, Difficulty, dll.)
↓
Konten masuk ke Content Library dan siap digunakan
Data yang Digunakan AI untuk Generate Konten
| Data Source | Fungsi |
|---|---|
| User CEFR Level | Menentukan CEFR Eligibility dan Content Difficulty yang tepat |
| Learning Objective aktif | Menentukan Communication Objective dan konteks konten |
| Performance History | Menyesuaikan difficulty (reinforcement vs stretch challenge) |
| Topic Familiarity | Menentukan apakah perlu konten introductory atau advanced untuk topik tertentu |
| Speaking Practice patterns | Memilih mode latihan yang paling efektif berdasarkan kebutuhan pengguna |
Requirement Pengelolaan
| Aspek | Requirement |
|---|---|
| AI Content Generation | Konten di-generate secara otomatis oleh AI berdasarkan data pengguna |
| Metadata auto-tagging | CEFR Eligibility, Domain, Topic, Difficulty, dan Communication Objective otomatis di-assign oleh AI saat generate konten |
| Quality assurance | AI-generated content harus melewati validasi otomatis sebelum disajikan ke pengguna (grammar, relevansi, CEFR appropriateness) |
| Caching & reusability | Konten yang sudah di-generate bisa di-cache dan di-reuse untuk pengguna lain dengan profil serupa |
| Versioning | Konten memiliki versi - perubahan bisa di-track |
| Fallback mechanism | Jika AI generation gagal, sistem harus punya konten fallback yang sudah tersedia |
Skalabilitas Konten
Menambahkan Domain baru, Topic baru, atau Toolkit baru tidak boleh membutuhkan perubahan arsitektur database. Data model harus fleksibel sejak awal.
Karena konten di-generate oleh AI, skalabilitas konten menjadi hampir tak terbatas - AI bisa membuat konten untuk domain, topik, dan kombinasi level baru tanpa harus menunggu tim konten secara manual.
Acceptance Criteria
- Semua konten di-generate oleh AI dengan metadata lengkap yang otomatis di-assign
- AI menggunakan data pengguna (CEFR Level, Learning Objective, Performance History) sebagai input untuk generate konten
- Konten yang di-generate melewati validasi otomatis (grammar, CEFR appropriateness, relevansi dengan objective)
- Setiap konten memiliki versioning yang bisa di-track
- Penambahan domain/topic baru tidak memerlukan schema change
- Konten bisa di-search dan difilter berdasarkan metadata
- Fallback mechanism tersedia jika AI generation gagal