Skip to main content

6.2 · Konteks & Memori AI (User Context Awareness)


Tujuan​

Setiap interaksi AI dengan pengguna harus terasa seperti lanjutan dari percakapan sebelumnya - bukan memulai dari nol. Untuk itu, AI harus memiliki akses ke konteks pengguna yang lengkap.


Data Konteks yang Harus Tersedia untuk AI​

Konteks Level 1: Identitas Belajar (Selalu Tersedia)​

DataDeskripsi
Nama penggunaUntuk sapaan personal
CEFR Level + Sub-LevelUntuk menyesuaikan bahasa dan kompleksitas
Learning GoalTujuan belajar pengguna
Current Learning ObjectiveApa yang sedang dikerjakan
Strengths & Areas for ImprovementKekuatan dan kelemahan

Konteks Level 2: Riwayat Terkini (Loaded per Sesi)​

DataDeskripsi
Sesi terakhirApa yang dilakukan di sesi terakhir
Feedback terakhirFeedback apa yang diberikan terakhir kali
Error patterns terkiniKesalahan yang masih sering muncul
Progress terkiniSeberapa dekat ke Evidence of Mastery

Konteks Level 3: Riwayat Lengkap (On-Demand)​

DataDeskripsi
Semua sesi sebelumnyaRingkasan semua sesi latihan
Evidence of Mastery yang dicapaiKemampuan yang sudah terbukti
Tren perkembanganGrafik kemajuan dari waktu ke waktu
Topik yang disukai/dihindariPreferensi topik

Cara AI Menggunakan Konteks​

Contoh Penggunaan Konteks​

Tanpa konteks (chatbot biasa):

"Hi! How are you today? What do you want to practice?"

Dengan konteks (ELJoy):

"Hi Rina! Kemarin kamu berlatih tentang giving opinions di meeting - dan kamu sudah mulai pakai ekspresi 'I believe' dan 'In my view' dengan bagus! Hari ini, mau kita coba latihan yang lebih challenging - misalnya merespons pendapat orang lain?"


Mekanisme Context Window​

Karena AI (LLM) memiliki keterbatasan context window, konteks perlu dikelola secara cerdas:

StrategiDeskripsi
Prioritized loadingData yang paling relevan dimasukkan pertama
SummarizationRiwayat panjang di-summarize, bukan dimasukkan mentah
Layered contextLevel 1 selalu ada, Level 2 per sesi, Level 3 on-demand
Recency biasData terbaru mendapat prioritas lebih tinggi

Acceptance Criteria​

  • AI selalu memiliki akses ke konteks Level 1 (identitas belajar)
  • AI memuat konteks Level 2 (riwayat terkini) di awal setiap sesi
  • Konteks Level 3 bisa di-load on-demand jika diperlukan
  • AI menggunakan konteks secara natural dalam percakapan
  • Context management tidak menyebabkan latency yang terasa oleh pengguna
  • Riwayat pengguna tersimpan secara persistent (tidak hilang antar sesi)