Setiap Pengguna Punya Perjalanan yang Berbeda
Dua orang bisa saja sama-sama berada di level B1 - tapi perjalanan belajar mereka di ELJoy bisa sangat berbeda.
Mengapa Perjalanan Harus Berbeda?
Bayangkan dua orang dengan profil ini:
Pengguna A - Seorang manajer yang sering rapat dengan klien asing. Kosakatanya cukup, tapi dia sering tersendat ketika harus menjawab pertanyaan spontan. Tujuannya: bisa merespons dengan lancar dan percaya diri dalam meeting internasional.
Pengguna B - Seorang mahasiswa yang ingin magang di perusahaan multinasional. Kemampuan berbicaranya lumayan, tapi sering membuat kesalahan grammar yang terasa mengganggu. Tujuannya: bisa wawancara kerja dengan bahasa Inggris yang lebih rapi.
Keduanya mungkin berada di level B1. Tapi:
- Topik yang relevan untuk mereka berbeda
- Jenis latihan yang paling dibutuhkan berbeda
- Fokus feedback yang paling berguna berbeda
- Bahkan ritme belajar yang ideal pun mungkin berbeda
Memberikan perjalanan belajar yang sama untuk keduanya berarti salah satu dari mereka - atau keduanya - mendapat pengalaman yang tidak optimal.
Learning Journey Bukan Kurikulum Generik
Learning Journey di ELJoy bukan urutan materi yang sudah ditetapkan dari awal dan sama untuk semua orang. Learning Journey adalah sistem yang dibangun secara personal berdasarkan data hasil Assessment.
Ini berarti sebelum memulai perjalanan belajar, sistem perlu tahu:
- Siapa pengguna ini? (dari Assessment)
- Apa kemampuan awal mereka?
- Apa tujuan mereka?
- Di mana kekuatan mereka?
- Di mana mereka paling butuh bantuan?
Baru setelah semua pertanyaan itu terjawab, Learning Journey bisa dirancang.
Learning Journey adalah Jantung ELJoy
Kalau Assessment adalah fondasi yang menopang segalanya, maka Learning Journey adalah jantung yang memompa kehidupan ke dalam seluruh ekosistem.
Assessment mengenali pengguna. User Journey membawa mereka masuk ke dalam ekosistem. Tapi Learning Journey yang menentukan bagaimana pengguna itu berkembang.
Tanpa Learning Journey yang baik, Assessment hanya menghasilkan data yang tidak digunakan. Tanpa Learning Journey yang personal, seluruh proses assessment terasa sia-sia.